Maret silam, jutaan pasang mata tertuju pada Jepang yang mengalami tsunami dahsyat diikuti dengan meledaknya reaktor Nuklir yang merenggut ribuan korban jiwa. Bencana alam di Jepang pun tidak pelak menyita perhatian dan menimbulkan keprihatinan, tidak terkecuali dari Webber. Menurut Webber, GP Jepang akan menjadi pelipur lara penduduknya.
“Setelah tragedi besar dengan apa yang terjadi di Jepang pada awal tahun, sangat baik untuk menjadi bagian seseorang yang berharap bisa menatap ke depan,” kata Webber di Crash, Senin (3/10/2011).
“Masyarakat Jepang selalu terlihat mencintai F1 dan sirkuit Suzuka merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ini kombinasi yang sensasional dari tikungan yang sangat cepat di sektor pertama,” sambung Webber mengilustrasikan sirkuit yang terletak di prefektur Mie tersebut
Dia melanjutkan, kondisi trek menuntut pembalap tampil akurat dan tidak membuat kesalahan selain dibutuhkan performa mobil yang cemerlang untuk memacunya hingga batas maksimal.
“Trek ini sangat sempit, jadi Anda harus sangat akurat. Ritme sangat penting juga di sana. Anda harus memastikan, memiliki mobil dengan baik, sepenuhnya untuk mencapai batas di semua tikungan dan Anda bisa mendapatkan bagian tertentu dengan benar.
"Ini tantangan bagus bagi semua pembalap dan ada beberapa perubahan elevasi juga di sana dengan baik. Saya melihat ke depan untuk melakukannya," tuntas Webber.
Subscribe to email feed



