Pages

Banner 468

Monday, October 3, 2011

R31 Pas dengan Karakter Sirkuit Cepat

0 comments
 
ENSTONE – Direktur Teknik Lotus-Renault James Allison mengutarakan pendapatnya atas balapan yang berlangsung di GP Singapura dua pekan silam. Dalam balapan spektakuler malam hari, Lotus-Renault gagal tampil mengesankan. Dua pembalap mereka hanya menyentuh garis finis di luar urutan sepuluh besar.

Menurut Allison banyak pelajaran yang dipetik Renault dalam balapan yang berlangsung di Marina Bay Street Circuit dua pekan silam. Ingin lebih detail mengulas faktor-faktor apa yang saja yang perlu dibenahi Lotus-Renault jelang balapan di GP Jepang akhir pekan nanti, simak petikan wawancaranya dikutip Crash, Selasa (4/5/2011).


Allison, apa yang bisa dipelajari dari GP Singapura?
Sangat sulit untuk mengatakan secara presisi bagaimana performa mobil kami dapat menimbulkan dampak di sirkuit dengan kecepatan lambat. Ini juga tidak bagus mengapa Singapura lebih buruk dibanding Monaco dan Hungaria. Kami tahu dari eksperimen rear blowing exshaust lebih dini, menawarkan lebih banyak downforce.


Kami memahami, trek dengan kecepatan rendah memungkinkan bagian belakang bisa lebih tinggi di semua tikungan dan kami tahu downforce belakang merupakan aset berharga untuk memenuhi tuntutan traksi pada trek ini (Marina Street Bay Circuit).


Kami pun mengerti, front exhaust sangat kontras, untuk menghasilkan performa lebih kuat setelah bagian belakang terangkat untuk memampatkannya, sesuatu yang tidak dapat dihindari di tikungan dengan kecepatan lambat dan sedang. Mungkin wajar untuk menyimpulkan, ini merupakan mekanisme dasar di balik cara kami meningkatkan daya saing di trek lambat dan cepat.


Mobil kami sangat sensitif dan tidak kenal ampun sekalipun dengan sedikit kesalahan geometri. Kami terganggu dengan sayap belakang dan kolong mobil yang tampaknya sangat sensitif dengan kecepatan rendah daripada kecepatan tinggi yang membuat kami tampak lebih nyaman.


GP Jepang menjadi balapan berikutnya. Apakah Anda menaruh ekspektasi R31 akan tampil kompetitif di Suzuka?
Saya berharap lebih kami membidik kesuksesan dibanding di Singapura. Hanya ada dua tikungan lambat di Suzuka dan R31 lebih cepat melaju di trek cepat. Saya akan sangat kecewa jika kami tidak berada dalam jajaran 10 pembalap terbaik di kualifikasi untuk memberikan kami kesempatan melupakan kekecewaan di Singapura.


Kami harus bisa kembali ke dalam mobil untuk mendapatkan poin lagi dan kami harus mendapatkan hasil bagus agar tetap berada di depan.


Seperti apa tantangan Suzuka sekarang?
Suzuka seperti Spa, satu dari sirkuit klasik F1. Ini sangat populer bagi para pembalap untuk mengetes syaraf dan skill yang ditimbulkan dari kelokan berbentuk ‘S’ di turn 1. Pada 2011 akan sangat menarik untuk melihat siapa yang berani melewatinya di kualifikasi dengan mengaktivasi sistem DRS.

Leave a Reply