Kericuhan dipicu oleh panitia yang melakukan pengusiran wartawan dan mengajak kontributor salah satu TV nasional berkelahi pada Kamis (29/9/2011) petang. Dalam insiden ini salah seorang panitia bahkan mengajak kontributor salah satu TV nasional berkelahi dan mendesak wartawan keluar dari lapangan GOR.
Kasus kericuhan antara wartawan dengan pihak panitia saat pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XI di Pekanbaru, Riau disikapi serius Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau. Dia menyerukan agar pihak panitai meminta maaf.
"Aksi menghalang-halangi wartawan dalam melakukan tugasnya adalah kasus pidana. Seharusnya pihak panitia harus mengerti bagaimana kerja pers. Bukan malah wartawan melarang. Untuk itu panitia harus meminta maaf," kata Deni. Kamis (29/9/2011) yang juga langsung keluar dari acara pembukaan Popnas itu.
Selain itu, menurut Deni semua media nasional maupun lokal yang bertugas di Pekanbaru juga diharapkan untuk memboikot seluruh kegiatan acara Popnas dari awal sampai akhir nanti. "Ya kita jangan liput saja semua kegiatan Popnas ini. Kerena mereka sudah melecehkan tugas wartawan," tandasnya sambil pulang meninggalkan gelanggang olahraga tersebut.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat) Riau Sahnan Rangkuti. Dia juga menyayangkan insiden tersebut. "Seharusnya insiden bisa dihindari, asal sejak awal panitia mengerti tugas media," tandas Sahnan yang juga didukung Ketua PWI Reformasi Riau Jupernalis Sam.
Subscribe to email feed



