MALANG - Penampilan Bimasakti Nikko Steel Malang tidak segarang kemarin ketika mereka menghadapi Garuda Flexi Bandung. Yanuar Priasmoro dan kawan-kawan tak mampu mengembangkan permainan ketika melawan Satria Muda Britama Jakarta. Satria Muda jauh meninggalkan Bimasakti, 71-40.
Frida Susanto, center Satria Muda yang diturunkan sebagai starter dan bermain penuh sepanjang kuarter pertama tampil luar biasa. Frida berulang kali berhasil keluar dari jebakan para pemain Bimasakti. Dominasi Frida menghasilkan 10 poin di kuarter pertama dan membawa timnya unggul sementara 14-10.
Strategi menjaga big man lawan dengan taktik double bahkan triple team tidak diterapkan oleh pelatih Bimasakti, Eddy Santoso seperti saat menjaga Hendrik, center Garuda. Akibatnya, Frida masih dan kembali dominan dengan tambahan empat angka di kuarter kedua.
Forward debutan Satria Muda, Arki Dikania juga melenggang bebas dengan tambahan lima angka. Satria Muda tetap memimpin 35-23 hingga kuarter kedua usai.
Puncak performa Satria Muda terjadi di kuarter ketiga. Tambahan 20 poin semakin membawa Satria Muda menjauhi Bimasakti dengan selisih hingga 23 poin di akhir kuarter ketiga. Frida Aris bermain sangat efektif dengan field goals terbaik bagi timnya dengan rata-rata 62 persen.
Frida akhirnya menutup laga dengan akumulasi poin individu sebanyak 20 poin. Sementara di bawah ring, Galank Gunawan mendominasi penguasaan bola pantul dengan 13 rebound.
Meskipun menang, Satria Muda tetap tidak masuk di dalam dua wakil grup yang akan melaju ke semifinal.
Thursday, September 29, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Subscribe to email feed



